Thursday, April 24, 2014

Pengamen Jalanan

soreeee
gue mau berbagi cerita nih sama kalian, sore ini pas gue pulang les di Lia malang, gue ketemu sama pengamen jalanan. nah pengamen jalanan itu masih cilik sekitar umur 3taunan lah, anjir gue miris banget ngeliat itu anak. di usia nya yang masih cilik itu harusnya dia bebas main sama temen temennya, gue ga habis pikir apa yang ada di otak orang tuanya, apakah orang tua mereka itu nggak pernah kecil? apa orang tua mereka itu dilahirin langsung gede terus kawin terus punya anak? apa motivasi orang tua para pengamen jalanan yang masih cilik itu nyuruh anaknya yg masih kecil untuk ngamen nyari uang di jalanan? apakah mereka ga mikir resiko yang bakal ditanggung kalo ada kejadian apa apa yang bakal menimpa anaknya? dan apa mereka nggak mikir balasan apa nanti yang bakal mereka terima di akhirat nanti?

pertanyaan pertanyaan tersebut mungkin nggak terpikirkan oleh orang tua anak anak pengamen jalanan tersebut. harusnya orang tua pengamen jalanan itu tidak memperkerjakan anak mereka sendiri. mungkin orang orang yang lalu lalang di jalan tersebut tidak terlalu memperhatikan keberadaan anak anak pengamen jalanan tersebut, mungkin hanya segelintir yang memperhatikan anak anak tersebut dan menunjukan rasa empatinya dengan memberikan sedikit uang untuk mereka. di blog ini sih gue cuma mau nunjukin keprihatinan gue aja, kalo gue itu miris ngeliat anak anak yang masih dibawah umur 'dipaksa' untuk nyari uang sendiri dengan cara ngamen atau minta minta sama orang. gue sempet mikir, waktu gue kecil emak gue selalu ngomelin gue kalo main sampe ke pinggir jalanan. gue boleh keliaran di jalan waktu kelas 5 SD, itu juga gara gara gue pulang sekolah sendiri nggak ada yang nganterin, bukan gara gara gue disuruh untuk nyari uang ama emak gue. mungkin faktor ekonomi yang menjadi alasan utama orang tua mereka melakukan hal seperti itu. tetapi apakah harus menggunakan cara cara seperti itu? dengan memperkerjakan anak mereka sendiri? mungkin menurut mereka dengan memperkerjakan anak mereka sendiri itu bisa menambah uang yang diterima

ya begitulah realitas yang ada di negara ini. presiden bolak balik ganti tapi tetep aja masih ada yang begituan. penguasa yang masih rakus makan duit rakyat nggak akan pernah berhenti dan nggak akan peduli dengan realitas realitas sosial yang seperti ini. mungkin penguasa penguasa tersebut akan peduli ketika akan terjadi pemilu agar image image mereka di mata rakyat kecil itu baik dan memainkan media untuk mendukungnya secara habis habisan. ya itulah negaraku Endonesa. entah jalan keluar apa yang tersedia untuk permasalahan ini, yang jelas gue miris banget liat kejadian tadi yang gue liat pas pulang les. semoga orang tua mereka cepat sadar dan para penguasa bisa memberikan alternatif agar kejadian seperti ini bisa diminimalisir.

Saturday, March 1, 2014

Socikoclogy

hai guys selamat sore, sekarang hari sabtu malem yang berarti itu sekarang ini malem minggu dan gueee masih bengong di kosan bingung mau kemana karena gue gaada duit dan gapunya pasangan juga, sedikit ngenes, temen kosan gue ada acara sedangkan temen kampus gue pada gamau diajakin keluar, ya itu lah sedikit curhatan gue di malem minggu ngenes ini. bosen juga jadi jomblo yak wkwkw ngehe ngeloby cewe di kampus susah juga ternyata ga kayak yang gue bayangin dulu waktu SMA, kalo di SMA jadwalnya tetap dan setiap hari bisa ketemu, beda banget sama dunia kampus yang jadwalnya awur awuran.

daripada ngomongin cewe mending gue ngomongin tentang band band an gue di jurusan sosiologi ini deh ya, haha, jadi gue sama anak sosiologi yang lain itu bikin band, gatau juga sih pertama nya gimana, gue dulu diajakin sama leon untuk main kentrung di acara Research Day, yaitu acara penyambutan maba maba, cikitah maba wkwk, iya jadi itu acara penyambutan maba maba sosiologi yang diadain sama himpunan mahasiswa sosiologi alias Himasigi. acaranya tuh ya pengenalan pengenalan dosen dosen, terus juga pengenalan kegiatan akademik apa aja yang ada di jurusan sosiologi ini, sebagai acara penutup, gue dan temen temen gue yang tergabung dalam Socikoclogy ini (nama band yang gue sebutin tadi di awal) itu tampil, pada acara itu juga dimanfaatin sebagai loncing of de fers taim Socikoclogy hahaha. gue juga awalnya bingung ini berbentuk band apa boyband tapi entah lah yang penting penonton yang menonton kita itu senang dan gembira haha, band ini mengusung misi sosial dengan membawakan lagu lagu rakyat yang antimainstream dan sedikit lucu atau sedikit bodoh. dengan membawakan tema tersebut, kostum dari band ini pun diatur

Saturday, December 21, 2013

Nasionalisme dan Timnas Sepak Bola Indonesia??

hai hai hai udah lama nggak update nih, blog blog gue yang lama itu cuma sedikit rangkuman teori teori sosiologi klasik ya? haha iya itu cuma buat ngebantu gue dalam memahami teori aja, kalo cuma baca doang gue rada susah ngertinya jadi gue tulis rangkumannya dan gue update di blog ini biar tambah paham. tapi kali ini gue coba mau ngebahas nasionalisme nih, baru dapet ide pas nonton bola indonesia barusan haha, 

sebenernya apa sih itu nasionalisme ? menurut kamus besar bahasa Indonesia Nasionalisme adalah paham atau ajaran untuk mencintai bangsa dan negara sendiri atau dalam arti yang ribet Nasionalisme adalah kesadaran keanggotaan dalam suatu bangsa yg secara potensial atau aktual bersama-sama mencapai, mempertahankan, dan mengabadikan identitas, integritas, kemakmuran, dan kekuatan bangsa itu; semangat kebangsaan. nah udah sedikit ngerti kan gambaran nasionalisme itu apa. pelajaran yang banyak ngebahas nasionalisme ini paling sering nongol di pelajaran kewarganegaraan atau KWN. seringkali gue denger omongan "masa lo ga dukung negara lo sendiri sih, mana rasa nasionalisme lo?" lalu muncul pertanyaan di otak gue, apa iya rasa nasionalisme seseorang itu bisa dibuktikan dengan hanya mendukung sepak bola timnas Indonesia saja ? terus gimana nasib cabang olahraga lain? 

ga munafik juga sih, gue juga sebenernya suka sama bola, tapi sejak adanya dualisme liga indonesia dan makin banyaknya korupsi di badan PSSI gue makin ga simpati sama sepak bola indonesia. tim kesenengan

Thursday, October 24, 2013

Bunuh Diri (Emile Durkheim)


Durkheim memilih studi bunuh diri karena persoalan ini relatif merupakan fenomena konkret dan spesifik dimana tersedia data yang bagus secara komparatif. Akan tetapi alasan utama Drukheim untuk melakukan studi bunuh diri untuk menunjukan kekuatan disiplin sosiologi. Bunuh diri secara umum merupakan salah satu tindakan pribadi dan personal. Durkheim percaya bahwa jika dia bisa memperlihatkan bahwa sosiologi mampu berperan dalam menjeaskan tindakan yang kelihatannya bersifat individualistis seperti bunuh diri ini, maka dengan mudah ia akan memperluas ranah sosiologi kepada fenomena-fenomena lain yang terbuka bagi analisis sosiologis.

Sebagaimana seorang sosiolog, Durkheim tidak terlalu fokus mempelajari mengapa orang melakukan bunuh diri. Karena masalah ini adalah wilayah garapan psikologi. Durkheim Cuma tertarik untuk menjelaskan perbedaan angka bunuh diri, yaitu dia tertarik kenapa suatu kelompok memiliki angka bunuh diri lebih tinggi dibanding kelompok lain. Faktor psikologis ataupun biologis mungkin bisa menjelaskan kenapa sebagian individu dalam kelompok melakukan bunuh diri, akan tetapi Durkheim mengasumsikan bahwa hanya fakta sosial yang bisa menjelaskan kenapa suatu kelompok memiliki angka bunuh diri yang lebih tinggi dari yang lain


Wednesday, October 23, 2013

Konsep Ekofeminisme dan Alirannya


Teori ekofeminisme adalah salah satu cabang teori feminis yang mencoba menjelaskan keterkaitan alam dan perempuan. Fokus teori ini adalah kerusakan alam yang mempunyai hubungan langsung dengan penindasan perempuan. Teori ekofeminisme ini muncul akibat ketidakpuasan akan arah perkembangan ekologi dunia yang semakin buruk. Alasan utama teori ini muncul karena kaum perempuan yang menganggap jika ingin mendapatkan kesetaraan maka perempuan harus masuk ke dalam dunia maskulin, tapi dalam kenyataannya perempuan menghilangkan sifat-sifat feminis yang di anugrahkan tuhan kepada perempuan. Penganut ekofeminisme mengakui bahwa perempuan memang berbeda dengan laki-laki dan mereka menginginkan perlakuan yang berbeda pula dengan laki-laki karena sifat feminis yang dimiliki oleh perempuan. Dengan kata lain teori ekofeminis ini bertolak belakang dengan teori-teori feminis yang muncul sebelumnya. Jika pada teori-teori sebelumnya (kultural, liberal, psikoanalitis, radikal) kaum feminis menuntut kesetaraan gender, tetapi dalam kaum ekofeminisme perempuan sudah dapat menerima perbedaan antara laki-laki dan perempuan dan ingin menonjolkan sifat sifat feminisnya. Dalam teori ekofeminisme terdapat beberapa aliran yaitu sebagai berikut.

Ekofeminisme Spiritual

Penganut ekofeminisme spiritual tidak mementingkan religi maupun agama yang dianut, tetapi kaum feminis harus melepaskan elemen-elemen maskulin yang dimilikinya dan pergi ke alam untuk mencoba salah satu spiritualitas yang berbasis bumi. aliran ini mencoba merefleksi cara pandang antroposentris yang mencoba membenarkan bahaya yang disebabkan oleh manusia, sebagaimana pandangan androsentris mencoba membenarkan bahaya yang disebabkan oleh laki-laki terhadap perempuan. Salah satu tokoh liran ini adalah Starhawk. Starhawk menekankan hubungan perempuan dengan alam, bahwa karya alam dan karya perempuan adalah sama. Ia berargumentasi bahwa perempuan memilki sifat tubuh yang unik. Seperti menyusui, kehamilan, menstruasi. Karena itu, perempuan mengetahui cara yang tidak dapat diketahui laki-

Sunday, October 20, 2013

Konsep Teori Struktural Fungsionalisme (Robert K. Merton)

Fungsionalisme Struktural Sebagai Teori : Akhir dari Suatu Masa kejayaan

Aspek-aspek sosiologi yang biasa dipergunakan sebagai tanda-tanda dan petunjuk-petunjuk krisis ialah: perubahan dan pertikaian doktrin yang diikuti oleh ketegangan yang semakin parah, dan kadang kala pertentangan yang kasar, diantara para praktisi pertikaian tersebut mencakup tuntutan yang kuat bahwa paradigma yang ada tidak lagi mampu memcahkan masalah yang seharusnya, dalam prinsip, dapat mereka pecahkan. (Merton 1975:22)


Struktur Sosial dalam Fungsionalisme Robert K. Merton

Model analisa Robert K. Merton merupakan hasil dari perkembangan pengetahuannya yang menyeluruh tentang teori-teori klasik. Karya awal Merton sangat dipengaruhi oleh Max Weber. Merton sendiri tidak memiliki teori yang bulat, tetapi esai-esai yang mencoba menyempurnakan aspek tulisan-tulisan klasik. Di dalam keseluruhan tulisannya kita menemukan suatu tema yang menonjol yaitu, “arti pentingnya memusatkan perhatian pada struktur sosial dalam analisa sosiologis”. Pengaruh weber juga dapat dilihat dalam batasan Merton (1957 tentang birokrasi modern seperti hal berikut:
  1. Birokrasi merupakan struktur sosial yang terorganisir secara rasional dan formal.
  2. Meliputi suati pola kegiatan yang memiliki batas-batas yang jelas.
  3. Kegiatan tersebut secara ideal berhubungan dengan tujuan-tujuan organisasi.
  4. Jabatan-jabatan dalam organisasi diintegrasikan ke dalam keseluruhan struktur birokratis.
  5. Status-status dalam birokrasi tersusun ke dalam susunan yang hirarkis.
  6. Berbagai kewajiban serta hak hak did alam birokrasi dibatasi oleh atiran-aturan yang terbatas.
  7. Otoritas pada jabatan bukan orang
  8. Hubungan-hubungan antara orang orang dibatasi secara formal.

Konsep Teori Interaksionisme Simbolis (Herbert Blummer)


Saya bermaksud melukiskan hakikat masyarakat dari sudut pandang dengan George Herbert Mead. Dia menempatkan masyarakat pada kedudukan sangat penting, tetapi tak banyak membuat garis besar karakter masyarakat itu. Pusat perhatiannya ialah masalah-masalah filosofis. Perkembangan ide Mead mengenai masyarakat sebagian besar terbatas dalam hal menangani masalah-masalah ini. Pembahasan itu menunjukan bahwa kehidupan kelompok manusia merupakan kondisi yang esensil bagi lahirnya kesadaran, pikiran, dunia obyek-obyek manusia sebagai organisma yang memiliki selves dan kelakuan manusia dalam bentuk tindakan yang dibuat... ketika ia memberikan sumbangan cemerlang mengenai topik ini Mead tidak menyertakan sekalian rancangan skema teoritis tentang masyarakat. Tetapi skema yang demikian hanya tersirat dalam karyanya. Skema ini harus disusun melalui penjajakan implikasi-implikasi masalah inti yang dianalisisnya. (Blummer,1996:56)


Interaksi Simbolis : perspektif dan Metode

Bagi Blumer (1969:2) interaksionisme simbolis bertumpu pada tiga premis :
1. Manusia bertindak terhadap sesuatu berdasarkan makna-makna yang ada pada sesuatu itu bagi mereka.
2. Makna tersebut berasal dan “interaksi sosial seseorang dengan orang lain”.
3. Makna-makna tersebut disempurnakan di saat proses interaksi sosial berlangsung.